Riset ini buat apa sih?

???????????????????????????????

Saya sering mendapatkan pertanyaan berkaitan dengan manfaat riset genetika padang lamun yang sedang saya lakukan saat ini. Pertanyaan dari orang-orang di sekitar saya yang awam dengan dunia sains dan riset dasar. Apa sih manfaat dari riset ini? Apakah nanti jadi semacam obat atau makanan gitu? Kira-kira apa produk akhir dari riset ini?

Pertanyaan yang terlontar semacam ini sebenarnya mencerminkan publik yang masih belum mengerti riset dasar dan manfaatnya. Berbeda dengan riset aplikatif (applied research) yang menghasilkan produk riil dan tangible (langsung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat), hasil akhir dari riset dasar adalah ilmu atau knowledge, yang intangible.

Tapi ini bukan berarti riset dasar tidak penting. Namanya saja “dasar”, riset ini adalah dasar, menjadi pondasi atau kerangka bagi pengembangan selajutnya. Analogi dengan bangunan, kalau pondasi dan kerangkanya bagus, maka bangunannya juga kuat dan memungkinkan untuk dibuat berbagai macam model arsitektur.

Contoh riil yang menunjukkan pentingnya riset dasar bisa kita lihat pada ilmu genetika. Akhir abad 19, Mendel mengembangkan prinsip-prinsip dasar genetika melalui eksperimen kacang polongnya. Dia tidak pernah brpikir untuk apa dia melakukan eksperimen yang orang pada saat itu berpikir dia kurang kerjaan. He did that just for the sake of science and curiosity.

Namun se-abad kemudian, prinsip dasar genetika yg dia bangun menjadi pondasi dari brbagai aspek khidupan saat ini. Ilmu yang dikembangkan dari riset Mendel, dapat dilihat pada pertanian, peternakan, kesehatan, hingga upaya pelestarian alam. Contoh rillnya adalah ayam broiler, sapi pedaging dan berbagai variatas palawija tahan hama tidak akan bisa dikembangkan tanpa menggunakan prinsip-prinsip genetika.

Contoh lainnya adalah tentang teori relatvitas. Tahun 1920an, Eistein mengembangkan teori relativitas. Dia tidak pernah berpikir jauh mengenai untuk apa ilmu yg dia kembangkn saat itu kecuali for the sake of science, for the sake of curiosity, for the beauty of universe.

Tapi, jangan salah. Puluhan tahun kemudian, muncullah smartphone, GPS, satelit, dan berbagai gadget lainnya. Semua gadget itu tidak akan pernah ada tanpa prinsip2 relativtas Einstein. Sekarang setiap detik waktu kita tidak lepas dari teknologi yang salah satu fondasinya adalah teori relativitanya Eistein.

Pada awal abad 20, ilmu mengenai quantum mekanik mulai dikembangkan. Para peneliti pionir saat tidak pernah berpikir apa manfaat dari penelitian yg bagi sebagian besar orang dianggap buang-buang uang. Mereka melakukannya hanya sekedar penasaran mengenai why all matter comes in discrete bundles. This is just for the sake of science.

Namun, puluhan tahun kemudian, prinsip kuantum mekanik menjadi dasar dari setiap barang elektronik yang kita pakai sehari-hari. Alat2 modern saat ini tidak mungkin ada tanpa mnggunakan prinsip dari kuantum mekanik.

Dan, ada sekian banyak bagian dari kehidupn sehari-hari yg asal-muasalnya dari jerih payah peneliti riset dasar di masa lampau.

Jadi, itulah contoh manfaat riset dasar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s