Berburu Beasiswa Luar Negeri

Berlin Europe

Belakangan ini, ada banyak yang bertanya mengenai cara mendapatkan beasiswa luar negeri (dalam hal ini, sekolah pascasarjana). Ada yang lewat email, facebook, sampai ngobrol secara langsung. Daripada capek2 menjawab pertanyaan yang sama ke banyak orang, akhirnya saya bikin aja tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi kalo ada yang tanya tentang beasiswa, tinggal suruh baca aja tulisan ini.

Berikut tipsnya:

1. Cari info pemberi beasiswa

Kalau kita mau cari, ada banyak sekali tawaran beasiswa ke luar negeri. Silahkan cari di Google. Mungkin kita jadi bingung karena ada banyak sekali informasinya. Nah, supaya lebih mudah, fokuskan saja pencarian pada negara yang diminati. Jadi pertanyaannya adalah, Anda ingin sekolah ke mana? Biasanya negara-negara maju menyediakan beasiswa secara reguler bagi pelajar dari Indonesia.

Misalnya, kalau pengen ke Belanda, ada StuNED dan NFP (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned). Kalau pengen Australia, ada  AusAID (http://australiaawardsindo.or.id/). Ke Amerika Serikat, ada Beasiswa Fullbright (http://www.aminef.or.id/). Ke Jepang, ada Beasiswa Monbukagakusho (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html). Kalau mau ke Jerman, ada beasiswa DAAD (http://www.daadjkt.org/). Ke Inggris, ada beasiswa Chevening (http://www.chevening.org/indonesia/). Ke Perancis, ada BGF (http://www.institutfrancais-indonesia.com/kerjasama-ilmiah/beasiswa/program-beasiswa-2013), dan sebagainya.

Selain beasiswa reguler di atas, ada beasiswa yang sifatnya khusus atau non-reguler. Maksudnya, beasiswa diberikan dari yayasan, international foundation, NGO, atau perusahaan yang biasanya lebih bersifat khusus. Misalnya beasiswa Arryman (http://www.isrsf.org/#&panel1-1), beasiswa ADB (http://www.adb.org/site/careers/japan-scholarship-program/procedures-applying), beasiswa Lotus-Erasmus Mundus (http://www.lotus.ugent.be/index.asp?p=1131&a=1131), Beasiswa IFP (http://www.iief.or.id/ifp/ifp.html), dan sebagainya.

Ada juga beasiswa yang berasal dari research project dari professor. Untuk yang ini lebih khusus lagi, karena biasanya informasinya tidak tersebar luas. Informasi beasiswa yang seperti ini biasanya ada di website universitas (research group) atau jaringan akademisi dan komunitas peneliti bidang tertentu. Contohnya, informasi tawaran PhD (risetnya khusus tentang terumbu karang) sering di-posting di mailing-list peneliti karang Coral-List (http://coral.aoml.noaa.gov/mailman/listinfo). Kunci utama untuk mendapatkan informasi beasiswa seperti ini adalah rajin kontak dengan akademisi yang mumpuni di bidangnya dan selalu update dengan perkembangan bidang ilmu yang ingin ditekuni.

Nah, semua itu baru sebagian informmasi dan tawaran beasiswa. Banyak pilihan kan? Makanya, sebelum kita bicara persiapan, tentukan dulu kita mau apply beasiswa apa. Silahkan tentukan pilihan Anda.

2. Apa yang harus dipersiapkan?

Sebenarnya, hampir semua beasiswa secara umum persyaratannya sama, yaitu kemampuan bahasa dan background pelamar (termasuk pendidikan dan rekomendasi). Untuk kemampuan bahasa, umumnya yang jadi ukuran adalah bahasa Inggris (TOEFL dan IELTS). Informasi lebih detail mengenai syarat minimal nilai TOEFL/IELTS bisa dilihat di website masing-masing. Namun demikian, selain bahasa Inggris, ada beberapa beasiswa yang mensyaratkan kemampuan bahasa lokal, misalnya bahasa Jerman untuk DAAD, bahasa Perancis untuk BGF dan bahasa Jepang untuk Monbugakusho. Biasanya, kandidat penerima beasiswa akan di-kursuskan bahasa terkait, dan jika lolos grade minimum, dia akan berangkat ke negara tempat dia akan sekolah. Untuk lebih rincinya, sekali lagi, lihat di website masing-masing.

Sebagai persiapan sebelum melamar, ada baiknya ada meluangkan waktu khusus untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggris. Anda bisa ikut kursus TOEFL atau IELTS dan pasang target. Misalnya, setelah ikut kursus harus bisa meraih nilai minimal 580 (TOEFL-PBT) atau 6.5 (IELTS). Kemampuan bahasa Inggris yang bagus bisa menjadi nilai tambah dalam aplikasi beasiswa Anda.

Untuk background pelamar, maksudnya adalah berkas-berkas yang berkaitan dengan background kita. Apa saja yang harus disiapkan secara rinci bisa dilihat di masing-masing website. Secara umum, kita bisa menyiapakan curiculum vitae, ijazah terakhir, surat rekomendasi, dan personal statement (atau motivation letter). Surat rekomendasi bisa diperoleh dari pembimbing waktu skripsi/thesis dan ketua jurusan. Bisa juga, pimpinan instansi kalau kita bekerja saat sedang melamar beasiswa. Personal statement/motivation letter adalah gambaran mengenai diri kita secara personal. Kita bisa menuliskan tentang siapa diri kita, idealisme kita, impian, rencana masa depan, dan sebagainya. Ada banyak contoh personal statement di internet, namun jangan sampai kita copy-paste. Yang dibutuhkan adalah gambaran secara jujur mengenai diri kita.

Kemudian, kadang kita juga diminta untuk membuat proposal riset. Umumnya ini untuk beasiswa S3, namun tidak tertutup kemungkinan lamaran beasiswa S2 meminta proposal riset. Itu semua tergantung pemberi beasiswa atau universitas yang dituju. Untuk Anda yang saat ini masih mencari-cari informasi beasiswa, tidak ada salahnya kalau Anda juga mulai memikirkan ide riset apa yang ingin dilakukan dan kemudian menuangkan ide-ide tersebut ke dalam tulisan.

Terakhir, kalau Anda sudah menetapkan pilihan beasiswa, TOEFL atau IELTS sudah bagus, berkas-berkas sudah lengkap. Saatnya mengirimkan aplikasi. Jangan lupa untuk berdoa. Semoga Anda berhasil.

(Tulisan ini, dibuat berdasarkan pengalaman saya mendapatkan beasiswa StuNed di Belanda dan beasiswa IPRS – CRN di Australia).

Advertisements

One thought on “Berburu Beasiswa Luar Negeri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s