Ayo stop korupsi!!!

Kemarin saya mengalami kejadian yang cukup membuat malu (bagi saya).

Ceritanya begini. Ketika itu, saya terlibat dalam obrolan selepas makan malam dengan teman-teman kampus dan beberapa pembimbing thesis. Sudah biasa bagi kami, setiap selesei sampling dari laut, sambil melepas lelah, kami selalu menghabiskan waktu malamnya dengan diskusi kecil atau obrolan sekitar dunia marine science secara umum.

Pada saat itu, saya sedang semangat-semangatnya cerita tentang Indonesia. Saya sampaikan tentang potensi penelitian biologi kelautan yang bisa dikembangkan di Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga tidak bisa diremehkan. Kebetulan teman2 datang dari berbagai negara, yaitu Belanda, Swedia, Kanada, Italia, dan Amerika Serikat. Jadi ini kesempatan saya  promosi tentang Indonesia ke mereka (temen2 dan pembimbing). Dan ternyata mereka sangat antusias. Itu bisa kulihat dari raut wajah dan pertanyaan2 yang disampaikan.

Nah, di tengah-tengah saya “promosi” yang sedang saya sampaikan, ada yang nyeletuk, “Ada temen dari Singapura yang sedang riset di Bintan, dia cerita waktu mengurus ijin risetnya, ada pejabat yang minta uang suap ke dia. Ijin-nya baru keluar setelah dia memberi sekian juta rupiah kepada pejabat yang minta. Kalau kita mau bikin kerjasama proyek penelitian di Indonesia, kira-kira berapa dana yang harus dialokasikan untuk menyuap pejabat di sana?”

Begitu mendengar pertanyaan itu, saya kaget dan sempat tidak tahu harus menjawab bagaimana. Itu pertanyaan yang tidak saya duga sebelumnya. “Promosi” saya anti-klimaks sudah. Saya lihat respon teman2 lainnya jadi berubah. Antusiasme yang sudah terbangun sepertinya runtuh begitu saja. Yang menyakitkan, sebagian dari mereka tertawa malah mendengar pertanyaan tadi.

Terus terang, saya malu sekali saat itu. Pertanyaan tadi terasa seperti menjatuhkan martabat bangsa Indonesia. Mungkin sebagian dari kita akan mati-matian membela, tetapi fakta memang menunjukkan parahnya budaya KKN di Indonesia. Saya tidak memungkiri bahwa Indonesia memang dikenal sebagai negara korup di dunia.

Survei IPK (indeks persepsi korupsi) tahun 2011 dari Transparency International menempatkan Indonesia pada kelompok negara2 korup dengan indeks 3 bersama Mexico, Argentina, Suriname dan beberapa negara di Afrika. Survei lainnya, yaitu BPI (bribe prayers indeks/indeks suap) menempatkan Indonesia pada urutan ke-24 dari 28 negara yang mendominasi perekonomian dunia.

Sumber: Transparency International, 2011

Sejak tahun 2002, telah terjadi gelombang pengungkapan dugaan kasus korupsi baik di daerah maupun pusat. Ada ratusan kasus yang terungkap dan hampir seribu orang menjadi tersangka/terdakwa/terpidana (sumber: Justice for the Poor, Word Bank, 2007). Belakangan, terungkap kasus mafia pajak yang bernilai miliaran rupiah. Ini semua menunjukkan bahwa negara kita memang masih belum bisa lepas dari cengkeraman budaya suap dan korupsi.

Melihat fakta demikian, sudah sepatutnya kita bertindak nyata untuk memberantas suap dan korupsi di negara kita tercinta. Tidak usah muluk-muluk, kita bisa memulainya dari diri kita sendiri dan dari yang kecil. Yang bisa kita lakukan misalnya menghindar dari tindakan-tindakan yang menyuburkan suap dan korupsi, misalnya pungutan liar, uang rokok, uang terima kasih, dsb, yang biasa kita temui saat mengurus administrasi paspor, KTP, surat ijin, dsb.

Tidak usah menjadi pejabat untuk ingin memberantas korupsi, mulailah menanamkan prinsip, stop korupsi dan suap di Indonesia melalui diri sendiri. Kebiasaan ini akan menular ke orang lain dan akhirnya lingkungan kita akan terbiasa hidup tanpa korupsi.

(Sambil menikmati tenangnya laut sekitar pulau Schier, Maret 2012)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s