Kuliah Evolusi-Atheisme Richard Dawkins

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan mengikuti kuliah umum Prof. Richard Dawkins secara langsung di Nieuwkerk, Groningen. Buat yang belum tahu siapa Richard Dawkins, dia adalah salah seorang profesor biologi (bidang kepakarang evolusi) di University of Oxford, UK. Ilmuwan ini menjadi terkenal di dunia melalui pemikirannya tentang teori evolusi, genetika dan asal-usul kehidupan dalam beberapa buku karangannya, misalnya The Selfish Gene dan The Extended Phenotype. Dia menjadi semakin terkemuka setelah membuat kontroversi melalui bukunya The God Delusion yang mengkritik habis-habisan kepercayaan adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta. Dia adalah seorang atheis yang meyakini bahwa kehidupan sepenuhnya berjalan dalam prinsip-prinsip evolusi. Kalau pengen tahu lebih detail, silahkan di-google sendiri ya..

Saya termasuk beruntung bisa mengikuti kuliahnya secara langsung. Banyak teman-teman yang juga sangat ingin mengikuti tapi tidak bisa karena tidak mendapatkan tiketnya. Perlu diketahui, tiket kuliah ini terjual habis sekitar setengah jam setelah loket dibuka. Padahal, saat itu masih dua minggu sebelum acara. Saya sendiri bisa ikut karena profesor pembimbing mengajak saya. Kebetulan, pembimbing termasuk salah satu anggota event organizer-nya.

Selama sekitar satu jam, dalam kuliahnya Dawkins menjelaskan pemikirannya mengenai prinsip-prinsip dasar teori evolusi dan perkembangannya. Tidak ada yang baru dalam kuliahnya, sama seperti uraian dalam beberapa buku/tulisannya yang telah saya baca sebelumnya.

Lepas dari masalah keyakinan saya (Islam) yang tentunya bertentangan dengan pemikiran Dawkins, ada satu hal yang sangat mengganggu pikiran saya. Menurut Dawkins, kehidupan di bumi ini berjalan dalam kerangka proses evolusi. Sementara, proses evolusi menuntut adanya seleksi alam dan variasi individu. Seleksi alam terjadi melalui beberapa faktor pemicu, misalnya terbatasnya akses sumber daya dan adanya gangguan (pemangsa, bencana, dsb). Karena akses terhadap sumber daya (misalnya makanan, habitat, reproduksi, dsb) sifatnya terbatas, maka terjadinya kompetisi antar individu tidak dapat di-elakkan. Siapa yang mampu mempertahankan akses-nya terhadap sumber daya (misalnya sumber makanan), maka dia-lah yang bertahan. Kompetisi antar individu menjadi semakin parah karena pada saat yang sama setiap individu juga menghadapi gangguan (misalnya pemangsa). Pada akhirnya, siapa yang mampu bertahan adalah yang memiliki akses terhadap sumber daya sekaligus bertahan dari gangguan. Prinsip yang kuat, yang menang dan yang lemah, yang punah, menjadi berlaku disini.

Masalahnya adalah Dawkins membawa prinsip dasar evolusi ini ke konteks yang lebih luas, masuk ke aspek kehidupan manusia. Salah satu penopang dasar dari keyakinan atheisme yang dia pegang adalah teori evolusi (yang prinsip dasarnya tersebut di atas). Jika dikembangkan lebih jauh, pemikiran ini bisa meng-inspirasi tumbuhnya golongan radikal atheis baru, yang berprinsip yang kuat, yang menang dan yang lemah, yang punah.

Hal ini-lah yang mengganggu saya. Golongan ini bisa saja memerangi atau bahkan membunuh individu/kelompok/atau bangsa lain yang lemah dengan alasan, “begitulah hukum alam, yang kuat, yang menang dan yang lemah, yang punah”. Hidup adalah persaingan untuk mendapatkan sumber daya dan berlindung dari gangguan (dalam bentuk apa saja). Ini bisa menjadi malapetaka bagi seseorang yang terlahir dengan cacat bawaan misalnya, karena keterbatasan fisiknya membuat dia tidak mampu meng-akses sumber daya atau berlindung dari gangguan.

Parahnya adalah, Dawkins sangat getol mengampanyekan pemikiran atheisme-nya sekaligus mempopulerkan teori evolusi ke khalayak luas. Silahkan di-google aja. Ketik nama Richard Dawkins, dan lihat hasilnya, Anda akan melihat betapa Dawkins merupakan figur pemimpin baru dalam atheisme. Saya sangat khawatir, dalam perkembangannya ke depan, akan muncul orang-orang yang sangat terpengaruh oleh pemikiran Dawkins dengan sudut pandang yang radikal. Dan ini bisa merusak tatanan peradaban manusia.

Anyway, memang akan selalu ada orang-orang seperti Dawkins ini, dan ini merupakan salah satu bentuk ujian keimanan bagi seorang mukmin (Al-Ankabut: 2-3). Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam istiqomah.

(Pojok Jupiterstraat, 13 Januari 2012).

Advertisements

One thought on “Kuliah Evolusi-Atheisme Richard Dawkins”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s