Lapang Dada

lapang-dada

Ada seorang pemuda yang selalu merasa hidupnya susah, selalu murung dan banyak dirundung masalah. Suatu ketika, dia curhat ke seorang kakek.

“Kek, kenapa hidupku selalu susah, tidak pernah lepas dari masalah dan aku sering kebingungan?”, tanya si pemuda.

“Oh..kalo begitu, ambil segenggam garam dan segelas air,” perintah sang kakek.

Sambil kebingungan, si pemuda mengambil segelas air dan segenggam garam sesuai permintaan sang kakek.

“Ini kek…,” kata si pemuda

“Masukkan garam ke dalam air di gelas itu, lalu minum, dan bagaimana rasanya?” perintah kakek.

“Iya kek…., rasanya asin sekali kek…,”ujar  si pemuda sambil meringis ke-asin-an.

“Sekarang, ambil lagi segenggam garam dan ayo kita ke danau sebelah rumah. ” perintah kakek lagi.

Semakin kebingungan, si pemuda mengikuti apa kata kakek.

Sesampainya di danau, kakek menyuruh sang pemuda untuk melarutkan segenggam garam yang dia bawa ke air di danau. “Garamnya sudah saya larutkan di air danau ini kek…,” kata si pemuda.

Bagus, sekarang coba rasakan air danau ini…,” kakek memberi perintah lagi, “Lalu apa yang kau rasakan, apakah rasanya asin seperti air di gelas tadi ?”

“Air danau rasanya tetap tawar, tidak asin kek…” jawab pemuda.

Itulah jawabanku atas keluhanmu tadi. Cucuku, segenggam garam tadi, itu ibarat segala permasalahan hidup yang kita alami. Dan danau ini, itu ibarat hati kita. Hadapi masalah ini dengan lapang dada, hati yang luas, maka masalahmu itu menjadi kecil, tak terasa. Sebagaimana garam yang engkau larutkan ke air danau ini, tidak akan berpengaruh apa2, rasa air danau tetap hambar.”

“Sebaliknya, kalau hatimu sesempit gelas tadi, maka masalah sekecil apapun akan terasa berat dan membebani seperti air di gelas yang terasa sangat asin, bahkan menjadi pahit karena terlalu asinnya…”

So, berlapang dada-lah dalam menghadapi pernak-pernik kehidupan. Bersyukur ketika dapat nikmat dan bersabar ketika dapat ujian. Itulah sebenarnya hati yang lapang…….

(unknown author)

Advertisements